HOAX = Senjata Paling Mematikan Abad Ini

Diposting pada

HOAX = Senjata Paling Mematikan Abad Ini – Di era digital sekarang ini, mendapatkan informasi bukanlah hal yang sulit. Kita bisa mengaksesnya dengan mudah melalui komputer atau HP yang terhubung ke internet. Bahkan bisa dibilang kita kebanjiran informasi.

Facebook, Twitter, Path, BB, dan WhatsApp menjadi media yang paling banyak digunakan untuk menyebarkan suatu informasi, tak terkecuali di Indonesia.

HOAX = Senjata Paling Mematikan Abad Ini
Sumber : Openclipart

Sayangnya tidak semua kabar yang beredar itu benar, atau dengan kata lain HOAX. Tanpa mencoba mencari kebenaran, banyak orang menyebarkan hoax itu. Padahal, bisa saja kabar hoax itu berakibat tidak baik untuk orang lain.

Secara definisi, hoax adalah berita atau kabar palsu yang sengaja dibuat dan disebarluaskan untuk tujuan-tujuan tertentu, yang antara lain:

  • Sekedar iseng untuk menciptakan kehebohan dan kegaduhan
  • Untuk tujuan politik tertentu (membangun opini yang menguntungkan pembuat hoax)
  • Keuntungan materi (tentang satu ini akan saya bahas di artikel selanjutnya)

Contoh Bahaya HOAX

Pernah lihat gambar dibawah ini? Gambar orang terbakar ini beredar di media sosial sekitar 2-3 bulan yang lalu. Disebutkan bahwa foto tersebut adalah korban Muslim Rohingya pada saat kerusuhan di Burma. Ada juga yang mengatakan bahwa itu adalah foto orang Kristen yang dibakar hidup-hidup di Nigeria.

Apa yang dihasilkan dari hoax ini? kebencian dan permusuhan antara pemeluk agama yang satu dengan yang lain. Padahal itu hoax.

Cara Mengetahui Kabar Hoax Atau Bukan

Mulai sekarang para penyebar hoax sebaiknya berhati-hati. Sebab berdasarkan pasal 28 ayat 1 dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang telah disahkan, penyebar hoax diancam hukuman 6 tahun penjara.

Setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Lalu, bagaimana cara kita mengetahui jika suatu kabar itu benar atau hoax? berikut tipsnya:

  1. Jika kabar itu berbentuk berita yang disajikan di sebuah website, cari referensi ke website lain yang lebih terpercaya seperti Kompas, Detik, atau Antara.
  2. Jika kabar itu berbentuk screenshoot (gambar tampilan), cek kebenerannya dengan mengunjungi sumber aslinya. Contohnya: Terdapat sebuah screenshoot status, dari akun Facebook seorang tokoh publik. Status itu menimbulkan pro-konra. Langkah kita adalah cari akun Facebook asli tokoh publik tersebut dan lihat di timelinenya, apakah betul dia menuliskan status tersebut? Tips ini juga bisa dipakai untuk memverikasi screenshot suatu berita di website.
  3. Jika kabar itu berbentuk gambar, kunjungi images.google.com lalu klik search by images dengan mengklik icon kamera. Paste URL atau upload gambar yang ingin Anda periksa. Lihat gambar dibawah.

Jika gambar tersebut diambil dari website lain, maka Google akan menampilkan gambar yang serupa. Setelah hasil keluar, cek gambarnya lalu bandingkan tanggal upload gambar tersebut dan isi beritanya.

Era digital memang memudahkan kita untuk mendapatkan informasi. Namun disisi lain, kemudahan ini dipakai oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mencapai tujuan tertentu.

Akibat kabar hoax, banyak orang jadi panik dan resah. Tidak sedikit juga melahirkan permusuhan. Melihat fakta ini, tidak berlebihan jika ada yang mengatakan bahwa HOAX adalah senjata paling mematikan abad ini. Yang dibunuh bukan hanya kebenaran, namun juga sikap dan karakter. Tentunya hal ini bisa berpengaruh buruk terhadap kehidupan berbangsa Indonesia.

Karena dampaknya yang bisa merugikan dan berbahaya, hendaknya kita bisa lebih kritis dan jernih. Sebelum menyebarkan suatu isu yang sensitif, lebih baik kita cek dulu kebenarannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *